Sabtu, 28 Mei 2011

SBS News

Sejarah Singkat Peternakan………………..
Sistem peternakan diperkirakan telah ada sejak 9.000 SM yang dimulai dengan domestikasi anjing, kambing, dan domba. Peternakan semakin berkembang pada masa Neolitikum, yaitu masa ketika manusia mulai tinggal menetap dalam sebuah perkampungan. Pada masa ini pula, domba dan kambing yang semula hanya diambil dagingnya mulai dimanfaatkan susu dan wol-nya. Manusia juga memelihara sapi dan kerbau untuk diambil kulit dan susunya serta memanfaatkan tenaganya untuk membajak tanah, terdapat juga peternakan kuda, babi, unta, dan lain-lain.

Cara Beternak Khas di daerah Indonesia    
Setiap daerah memiliki budaya ternak sendiri, budaya Timor Tengah Selatan, dalam hal pemeliharaan ternak, umumnya penduduk yang diteliti masih memiliki kecendrungan untuk melepas saja hewan-hewan ternak peliharaan mereka dipadang rumput pada siang hari.
Di Maluku, bidang peternakan belum menjadi bidang yang ditekuni oleh masyarakat. Yang ada hanya peternakan-peternakan biasa tanpa suatu sistem tertentu. Pada umumnya jenis-jenis hewan ternak yang dipelihara, diantaranya adalah : kambing, ayam dan itik. Hewan-hewan ini dibiarkan bebas berkeliaran tanpa kandang.
Di Lampung, hewan-hewan ternak dibiarkan bebas berkeliaran, dan setelah beberapa tahun kemudian, mereka ditangkap dan dimasukkan kedalam kandang, dihitung jumlahnya dan diberi tanda milik pada tubuhnya.

Wah……Pacaran bikin wanita jadi tak sehat…………..
Tahukah Anda jika suatu hubungan mesra seperti pacaran justru bisa menjadi tidak sehat bagi wanita. Kesehatan fisik perempuan ternyata sangat dipengaruhi pengalaman buruk hubungan masa lalu mereka. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, Amerika Serikat, terhadap 1.500 wanita dari berbagai usia. Penelitian menunjukkan hampir 98% dari wanita memiliki alasan yang tepat merasa tersinggung oleh mantan pacar mereka.
Dari 70% kasus, wanita yang memiliki keluhan atau dendam akan mengalami masalah kesehatan. Kebanyakan dari mereka menderita sakit jantung, sakit maag, dan nyeri kronis, karena emosi yang terlalu lama dipendam akan mempengaruhi kesehatan dan hubungan yang buruk.
Penelitian juga menunjukkan sekitar 70% dari koresponden merasa tersinggung dan 38% lainnya tak bisa mengampuni mantan kekasih mereka. Sementara itu, 32% sisanya memiliki argumen dengan teman-teman atau kerabat saat mengeluh tentang beberapa situasi. Para ahli menyarankan untuk mencoba dan mengatasi emosi negatif. Rasa maaf, ikhlas, dan mengeluarkan emosi tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga kesehatan fisik seseorang.